music

Friday, 30 September 2016

Autobiography

Hey-ho! 
Kali ini gue mau ceritain tentang biografi gue, mulai dari kenapa kapan dimana bagaimana gue bisa lahir di dunia, tentang keluarga, pendidikan, prestasi ((emang punya?)), hobi, kebiasaan, cita-cita, mimpi-mimpi, dan laen-laen. Tapi cuma penggalan-penggalannya aja, lengkapnya bakal gue masukin ke entry-entry selanjutnya. Minat baca? Punten di scroll down hehehe

   Yasmine Nisaul Ula Wardhani. Buah hati dari Krisna Wisjnu Wardhana dan Mardiaty Mardini. Lahir di Tangerang, 8-Maret-1999. ((Anak viola nih haha)) Rumah Sakit Sari Asih, Tangerang, Banten. Judulnya "Rumah Sakit" tapi dibantuin lahirnya sama bidan. Dengan berat badan: 3,3 kg dan tinggi: 50 cm.

   Anak pertama dari 4 bersaudara. Memiliki 3 adik laki-laki. Yang pertama bernama Muhammad Taqy Wardhana (2002), kedua Muhammad Al-Kareem Wardhana (2006), ketiga Muhammad Rafif Wardhana (2010). Bisa dilihat gue paling cantik disini. Gue ditinggal oleh nenek dari ibunda sejak berumur 3 bulan. Namun kepergian sang nenek digantikan oleh Partner In Crime gue yang bernama Azizah Rif'Atunnisa pada Juni, 1999. Jujur, ini sangat berat buat gue untuk mencintai sang nenek tanpa pernah mengingat bentuk dan rupanya. Di susul pada tanggal 19 Oktober 2012, kakek atau yang sering dipanggil baba oleh 26 cucunya juga pergi meninggalkan luka dan tangis yang begitu dalam. Namun sekarang gue udah ikhlas. Kebaikan Sang Baba tidak akan pernah gue lupakan. Walaupun tak jarang gue dimarahin akibat hal konyol yang telah gue perbuat, seperti meninggalkan adik sendirian di pasar. Semoga Allah menerima amal perbuatan baba&nenek, melapangkan kuburnya, serta mempertemukan kembali kami sekeluarga di Surga-Nya. Aamiin. Pada entry sebelumnya gue udah menceritakan sedikit tentang eyang gue. Ya, itulah eyang gue. Beliau bernama Lalang Oechnajar. Beliau memiliki istri yang cantik jelita, baik hati, dan tak pernah sombong bernama Pesta, alias Parti. Mereka masih dapat melihat indahnya dunia sampai sekarang ini, sehat wal afiat, Alhamdulillah. 


                                                                  Eyang, Nenek, Aku.

    Gue lahir di Tangerang dan menetap di Kalideres, Jakarta Barat hingga berumur 1,5 tahun. Lalu pindah ke Kalimalang, Jakarta Timur hingga berumur 2,5 tahun. Pada 2002, orang tua gue memilih untuk tinggal di Bekasi, tepatnya daerah Pondok Gede. Disana gue bersekolah di Play Group Adinata, entah angkatan berapa. Sedari kecil gue udah dibiasakan bergaul di lingkungan islami, mulai dari bersekolah di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Iqro angkatan 2004-2005, di lanjutkan ke Sekolah Dasar Islam Terpadu Iqro angkatan 15. Di sekolah tersebut gue diajarkan mengaji semenjak TK, diwajibkan menghafal Al-Qur'an semenjak kelas 4 SD, Belajar Tajwid & Ghorib, Memakai hijab, Belajar Bahasa Arab semenjak kelas 3 SD, dll. Maka dari itu tertanamlah dalam pikiran gue bahwa bersekolah di negeri  bukanlah suatu kebanggan, karena pergaulan disana belum tentu sebaik di swasta yang berbasis islami ini. Gue mendapat hafalan Al-Qur'an 1,5 juz (1 juz 30 & 0,5 juz 29). Pada akhir sekolah dasar, gue melanjutkan pendidikan ke Pesantren Terpadu Darul Qur'an Mulia Putri di Gunung Sindur, Bogor. Yang seharusnya gue udah menjadi Hafidzah, disana gue hanya mendapat hafalan sekitar 5 juz. Gue memutuskan untuk melanjutkan pendidikan SMA disana, namun hati terbolak-balik ketika memasuki dunia liburan. Rasanya gue tidak ingin kembali lagi kesana, dan sgue sangat yakin, gue ga akan bisa menjaga hafalan ketika berada diluar lingkungan pesantren. Dengan niat "coba-coba" gue mendaftarkan diri di SMAN 5 Bekasi. Jelas, dengan NEM 31,95 gue tidak lolos. Akhirnya gue memutuskan untuk sekolah di Madrasah Aliyah Negri 16 Jakarta Barat dan tinggal bersama Partner In Crime gue, Azizah. Gue mengikuti beberapa ekstrakulikuler yaitu Basket Manalasta, Jurnalis, English Club, KIR (wajib), dan Pramuka (paksaan kemudian cinta). Namun hanya bertahan 1 tahun, orang tua gue meminta saya untuk tinggal di Bekasi saja. Dan akhirnya gue pindah ke Madrasah Aliyah Negri 9 Jakarta Timur.

    Berkat pramuka MAN 16 Jakarta, gue menjadi sangat cinta dengan pramuka. Gue memutuskan untuk melanjutkannya di MAN 9 Jakarta. Di pramuka gue menduduki Penegak tingkat Bantara. Gue mengikuti Satuan Karya Dirgantara pangkalan LANUD Halim Perdanakusuma. Disini, gue menjadi tertarik dengan dunia penerbangan, dan bercita-cita sebagai pilot.
                                                                             

SAKA Dirgantara LANUD Halim Perdanaksuma


Pramuka MAN 16 Jakarta

   Namun, dibalik itu, gue menyadari bahwa menjadi pilot bukanlah hal yang mudah. Dengan hobi menulis diary dan berimajinasi gue juga berminat untuk menjadi seorang penulis. Gue ingin mengembangkan passion gue dalam bidang ini. Kalian bisa lihat setitik karya gue pada akun instagram : pilotyasmine dan tentunya blog ini.

   Gue baru bisa mencintai dunia kebahasaan pada kelas 2 SMA, sebelumnya gue benar-benar tidak bisa dan akhirnya tidak suka dengan bahasa. Namun, tidak dengan language, gue sangat mencintai dan berusaha untuk speaking English absolutely. Jadi, harap dimaklumi jika dalam tata bahasa gue banyak kesalahan dan kekeliruan.

   Gue sangat suka mendengarkan musik, dengan mendengarkan musik gue dapat sejenak melupakan masalah-masalah yang sedang menerpa, menghilangkan kejenuhan, menghindari penjelasan dari guru yang membosankan, dll. Tidak ada genre dan penyanyi khusus yang gue sukai, selagi musik itu enak untuk di dengar, dan liriknya bagus serta menjiwai, saya akan suka.
   
Berikut adalah impian gue pada masa yang akan datang:
  • Ingin sekali mengelilingi dunia, terutama Kota London. Saya ingin mengelili dunia berkat passion sebagai penulis ataupun menjadi pilot. Tentunya bersama dengan orang yang dicinta.
  • Ingin tinggal di Kota Bandung dan menjadi Mahasiswa Universitas Padjajaran jurusan Sastra Inggris.
  • Bertekad untuk menjadi hafidzah dan menjadi muslimah yang solihah.
  • Ingin mengejutkan dalam artian membahagiakan kedua orang tua dengan keberhasilan yang diraih.
Gue rasa cukup sampai disini, kurang lebihnya mohon maaf, wa billahi taufiq wal hidayah, wa ridho wal inayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
   

Saturday, 10 September 2016

The History Of My Name

     The most people around me maybe know my name, but they don't even know the historic behind it. In this entry, i wanna tell you about it. But first, let me introduce myself :) 

   I'm Yasmine Nisaul Ula Wardhani, my friends called me Yasmine or Mine. I want to be a Pilot. I'd like listening to the music and using headset for it. Some friends called me Manusia Headset. but i don't care what people say about me, if it makes me happy, i keep do it.

   Seperti yang gue bilang tadi, gue mau cerita tentang sejarah nama gue. Jadi gini ceritanya, based on my experience nanya-nanya ke Nenek tercinta, nama Yasmine itu permintaan Eyang gue yang katanya suka Bunga Melati. Gue percaya aja sih, soalnya emang bener di sepanjang pager rumah Eyang itu ditanemin bunga melati. After that, nama Nisaul Ula ini yang paling jarang gue pake buat username di sosial media. Kenapa? karena kalo gue pake bakal kepanjangan nantinya. 
Gajelaskan.Yap, Nama ini di ambil dari Bahasa Arab yang artinya Perempuan Pertama. Bukan Bahasa Jawa yang artinya Ular. what the f r u saying? 
And the last name is Wardhani. Untuk pemberian nama ini ceritanya cukup panjang, buat yang mau tau banget silahkan lanjutin baca, dan buat yang mau tau aja silahkan dilanjutin aja kok gapapa. Krik. Sebenernya ini nama keturunan dari Ayah gue. Tapi, gue kepo banget kenapa ayah gue bisa dikasih nama yang berbau Hindu gini. Dan setelah gue cerita-cerita sama Nenek, ternyata ini pemberian dari Eyang (lagi) oh ya, FYI nama lengkap Ayah gue itu Krisna Wisjnu Wardhana. min, Ayah lo dewa? hehe iya mas,mba. Hindu banget nggak sih guys? Yak jadi, waktu dulu Eyang gue itu islamnya masih ngikutin budaya keturunannya. entah keturunan mana. Padahal gue pernah diceritain sama Adeknya Eyang gue kalo Buyut gue itu orang suci, sampe bisa ngusir babi hutan yang lagi ngamuk di desanya, Subang, Jawa Barat. Terserah sih mau percaya apa enggak. Gue pernah sesekali nanya ke Eyang apa arti dari Wardhani, tapi Eyang gue malah ketawa doang terus bilang "Sejahtera! Sejahtera!" sambil mengepalkan tangan. Gue kira artinya Sejahtera beneran, tapi pas gue cari di google ternyata artinya Bunga Mawar dan berasal dari Bahasa Arab.

   Dapat disimpulkan bahwa seorang Yasmine memiliki prospek kerja sebagai penjual bunga, pemilik kebun bunga, atau bahkan Duta Bunga Indonesia. waw sekali. Of course, gue bersyukur diberi nama yang sedemikian  indah ini. Karena orang tua gue nggak semena-mena ngasih nama ke gue. Seperti namanya, gue orangnya mudah berbunga-bunga. Dalam artian selalu memancarkan aroma keindahan bagi setiap makhluk Tuhan yang melihatnya.

Thank you for reading! <3