16.13 21/12/2017
mulai dari mata ini terbuka; aku melihat dunia yang begitu terang.
matahari tak henti-hentinya menyinari bumi sumbawa yang sangat natural.
tetes demi tetes embun meluncur dari pucuk dedaunan, membasahi tanah sehingga menjadi harum.
kicauan burung dan udara yang sejuk membuat pikiran terbuka, inspirasi berdatangan bak jaringan internet 4G.
mengadu pada Tuhan, memohon agar hari ini menjadi lebih menarik dari hari sebelumnya.
membuka buku merah berisikan nasehat kehidupan, membuat diri ini lebih berhati-hati untuk menentukan arah tujuannya.
ku tutup buku.
mulai kutulis angan dan harapan.
membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah diperbuat.
segar yang dirasa.
dengan mengenakan pakaian berwarna kedamaian, kulangkahkan kaki menuju tempat pertemuan.
pertemuan antara ku dan penentu masa depan (ilmu).
sebagian orang menyapaku ramah,
sebagiannya lagi hanya kuberikan lekukan bibir.
tak apa tak dibalas, sekiranya aku sudah sedikit menebar kebaikan dipagi hari.
berusaha untuk tidak membuang-buang waktu,
tetap saja mahasiswa ilkom paling gabut.
ketika rasa bosan menghampiri, ingin rasanya ku menenggelamkan diri.
berusaha untuk produktif namun hanya tulisan semacam ini yang dapat kutulis.
berfaedah atau tidak yang terpenting terlihat seperti sibuk.
seperti sekarang ini,
setengah tiduran di atas ranjang dengan laptop diatasnya.
doakan saja, semoga pemuda ini dapat sukses dikemudian hari.
music
Wednesday, 10 January 2018
Peanut
Penat.
Penat.
Peanut.
Pie.
Teman yang seperti apa yang aku butuhkan? Dimana aku bisa
menemukan teman yang benar-benar dapat dipercaya? Hidup ini indah karena ada
teman. Teman yang selalu mewarnai hari-hariku. Namun ingin ku memiliki satu
teman. Teman yang selalu mengerti keadaanku. Yang dapat menghiburku dikala
sedih dan menasehatiku secara tepat ketika aku melakukan kesalahan. Andai ia
datang diwaktu yang tepat seperti ini. Kuingin bercerita tentang kerasnya hidup
ini. Mencoba untuk menguatkan yang lain padahal diri ini sangatlah lemah. Berusaha
menghibur yang lain padahal diri ini hampa. Ia yang dihibur dan dikuatkan sama
sekali tak menyadarinya. Menganggap diri ini acuh terhadapnya. Terimakasih
untuk segalanya, sekarang aku sudah lelah. Jangan salahkan aku jika mulai hari
ini aku tidak menghiraukanmu lagi. Silahkan kamu cari aku aku yang lainnya.
Subscribe to:
Comments (Atom)