As
always ngegabut dikantin setelah UTS selesai. Sambil nungguin yang lain dateng
kita ngegabut mainin permainan jaman SD. It’s like tebak-tebakan nama (mantan).
Ngga deng, nama-nama negara. Pas semuanya udah ngumpul (kecuali Fathan sama
Ajeng yang entah perginya kemana) kita berencana buat nge-nekad, gatau kemana
yang penting jalan-jalan. Sepanjang perjalanan (kaki) menuju Batu Alang gue
sama Akbar main ayam-ayaman you know, ngga tau kenapa rasa gabut gue selalu
menggiring gue buat jadi bocah ingusan lagi. Hari ini Akbar boleh jadi
pemenang, tapi dia pernah kalah main sama gue 5 kali berturut-turut dan menurut
gue itu really really hina.
Singkat
cerita, sebelum sampe ke Batu Alang, ada mobil yang berhenti dan manggil kita
buat masuk ke dalem. Dan ternyata itu Pak Dosen. Beliau nanya kita mau kemana,
Galih menjawab kita mau ke pasar dan itu bohong. Diantarkanlah kita orang ini
ke pasar. Sampe di pasar, Abay ngeluh kelaperan, dengan teramat berat hati
Akbar dan Galih (as we know yang lagi puasa kamis) pun meng-iya-kan.
Sesampailah kita di tukang gado-gado. Gue, Fina, Abay pesen gado-gado. Akbar
sama Galih duduk manis menunggu kita makan siang. Disela-sela waktu nungguin,
Akbar ngeluuuh mulu mau buka puasa. Fina dengan lantangnya memuja-muji Si
Galih, wajah melasnya menggambarkan ia sedang bersabar dan (pura-pura)
menguatkan diri. Nggak lama kemudian, datenglah semangkuk Es Campur ke arah
kita dan ditaruhlah mangkuk tersebut di depan Si Ndusun a.k.a Galih. Ternyata
dia ngumpet-ngumpet mesen es campur supaya dibilang kuat sama kita. It’s so
ridiculous but smart enough. Akbar pun spontan teriak “MBAK ES CAMPURNYA SATU”.
Lot Of Laugh, bruh. Akhirnya mereka berduapun buka puasa bersama di siang hari
bolong.
Setelah
makan, kita ngelanjutin perjalanan dengan tujuan ke Kencana Beach. Kita dapet
tumpangan sampe daerah Labuhan. Mampir ke Masjid sebentar sekalian istirahat.
Setelah check HP ternyata Fathan nyusul kita ke Gedung Orange. Semuanya
gara-gara galih. Dia bilang kita mau nungguin Fathan disana, padahal kita udah
jalan kemana tau. Fathan pun bete dan kita bingung harus apa. Fina terobsesi
banget buat ngelanjutin perjalanan, padahal yang lain udah kayak mager-mager
gitu.
Dilanjutin
aja tuh, sampe akhirnya dapet bm-an lagi. Gue sama fina duduk di dalem, Akbar,
Abay, Galih di atas panas-panasan. Pak Irfan namanya, beliau adalah orang baik
yang Allah kirimkan untuk kita mencari ilmu bernamakan pengalaman. Sepanjang
perjalanan ia menceritakam kisah hidupnya. Beliau adalah seorang perantau asal
Banyuwangi yang sudah merantau ke Sumbawa sejak tahun 1987. Penampilannya
sangat sederhana dan (mohon maaf) seperti kuli barang pada umumnya. Yap benar,
ia hanyalah seorang pemuda biasa yang hanya bermodalkan sepuluh jari untuk
bertahan hidup di Tana Samawa ini. Namun dengan tekad dan usaha yang kuat di
tambah dengan shalat malam dan shalat dhuha, Pak Irfan dapat menikahi gadis
sumbawa dan menyekolahkan ke-empat anaknya hingga kebangku kuliah. Maha Suci
Allah, pertolongan-Nya selalu diberikan kepada siapa saja yang ingin meminta.
Sesampainya
di tempat tujuan, tepatnya di Brang Rhee, Pak Irfan ini malah memberi kita
ongkos buat balik ke UTS. Karena rezeki itu nggak boleh ditolak, diambilah uang
tersebut dengan senang hati (seneng banget). Memang ya, rezeki anak sholeh/ah
itu nggak kemana. Di pinggir pantai kita foto-foto dan make a video sebentar,
after that kita langsung caw lagi (mundur) ke Pantai Batu Gonk. Sampe disana
kita foto banyak-banyak, istirahat, menikmati hembusan angin pantai dan deburan
air laut Sumbawa yang sangat menyejukkan hati. Tiba-tiba Fathan ngabarin kalo
dia mau nyusul kita dan udah sampe di labuhan, kita putusin buat janjian di
Pantai Jempol.
Setelah
sampai disana, kita sholat ashar dan sambil nunggu Fathan, kita jajan-jajan
cantik dengan menggunakan uang pemberian Pak Irfan. Ternyata Fathan datang
bersama Mengas, Niko dan Abiyan. Tak lama dari situ, kita berbegas pulang
karena sebentar lagi jam menunjukkan pukul 5. Kita nebeng 3 mobil pick up untuk
sampai ke UTS. Lagi-lagi kita bertemu orang baik yang memberi kita ongkos buat
balik, dan jumlah kali ini lebih banyak dari sebelumnya. Alhamdulillah wa
syukurillah, rezeki emang nggak kemana yah hahaha
Sampai
di Batu Alang pas dengan adzan maghrib, kita menyempatkan diri buat sholat
berjamaah di Masjid Al-Kahfi. Selesai sholat ada aja yang bikin riweuh,
anak-anak cowok ribet banget mau nangkep tokek. Ada yang bisanya cuma
teriak-teriak nyuruh ini itu tapi kalo disuruh ngambil ogah, ada yang sok-sokan
berani padahal takut, ada yang diem doang ngeliatin, bahkan ada yang sibuk
dokumentasiin. Actually boys are more
rempong than girls. Dibawalah itu tokek sampe ke asrama. Bilang mau
dirawat, dibesarkan, sampe udah dikasih nama. Tapi ujung-ujungnya dilepas
karena bingung mau makan bakso tokeknya taro dimana. Sungguh terlalu manusia-manusia
ini. Selepas itu pulanglah kita ke kamar masing-masing, finally home sweet
home~





thx ne udah mengabadikan momment ini��
ReplyDelete