music
Tuesday, 31 July 2018
Gili Trawangan
Saturday, 10 March 2018
Jarak
Kita tak pernah tau kapan dan dimana kita akan bertemu dan berpisah dengan seseorang, namun itu tak lebih penting dari alasan mengapa kita bertemu dengan seseorang tersebut.
Datang dan perginya seseorang dalam hidup kita, ia akan selalu meninggalkan jejak. Dimana jejak tersebut adalah sebuah pelajaran. Tak mungkin sia-sia, tak mungkin tak ada maksud apa-apa. Ia yang datang dan bertahan hingga akhir, akan menjadi teman pengingat kebaikan. Begitu pula ia yang datang dan berlalu dengan sekejap, akan menjadi penegur atas kesalahan kita. Tak ada yang harus disesali, karena semua baik adanya.
Sama halnya ketika kita terbiasa hidup berdampingan dengan orang-orang yang kita cintai, cepat atau lambat kita akan diberi ujian. Ujian keteguhan hati bernamakan jarak. Bukan hanya menguji kesetiaan tapi juga bagaimana kita mengartikan dari sebuah jarak itu sendiri.
Coba kita lihat makna jarak dari sisi negatifnya terlebih dulu,
Adanya jarak membuat tingkat kecemasan kita meningkat. Kita akan lebih khawatir tentang kabar dan keadaan mereka pada saat ini, apakah mereka sedang berbahagia atau justru sedang jatuh dan butuh pertolongan kita? Jarak pula yang melahirkan kata rindu, sesekali kita merindu sampai sangat ingin berjumpa secepat mungkin, namun keadaan tidak memungkinkan dan ketika hal itu tidak terpenuhi, hadirlah rasa galau yang akan membuat segalanya menjadi rumit. Pada orang-orang tertentu, jarak sangatlah dibutuhkan. Tepatnya untuk menghindari dari orang-orang yang ia tidak sukai. Namun itu sama saja melarikan diri dari sebuah masalah dan pastinya akan memutuskan tali ukhuwah antar umat manusia yang mengakibatkan terbentuknya kubu-kubu yang saling tindas menindas. Jauh betul ya jarak pandang pikir gue, tapi tak apalah.
Dan berikut makna jarak dari sisi positifnya yang akan mendominasi,
Dengan jarak kita belajar arti mandiri, tidak bergantung lagi dengan orang-orang yang kita cintai. Mungkin pada awalnya akan terasa sulit tetapi kita pasti bisa karena terbiasa. Dari hal-hal kecil sekalipun, seperti cuci baju, makanan yang tersedia di meja makan, atau ke-available-an kendaraan yang dapat membawa kita ketempat manapun yang kita suka. Tapi sekali lagi, dengan keluarnya kita dari zoman nyaman itu, kita dapat bergerak; growing; keep moving forward. Bisa mendapat pengalaman baru yang dapat menginpirasi dan meng-upgrade diri kita. Pun dengan jarak, benar akan melahirkan rasa rindu. Yang mana rasa rindu itu apabila dikaitkan dengan hal positif akan menghasilkan sesuatu yang positif juga. Seperti halnya, gue, sebagai anak rantau yang ber-mil-mil jaraknya dari rumah, tentu pernah bahkan sering merasakan rindu dengan kehangatan rumah. Ya, hanya kehangatannya saja, tidak dengan hal-hal yang tidak meng-enak-annya. Jauh dari orang tua dan adik-adik memang terasa menyesakkan, tapi selalu berada di dekat merekapun terkadang menjadi suatu hal yang dihindarkan.
Gue banyak mendapati diri menjadi lebih baik ketika jauh dari orang-orang yang membuat gue selalu merasa aman dan nyaman. Gue dapat mempergunakan keoptimalan dalam berusaha memandirikan diri, gue lebih giat belajar dan memfokuskan diri dalam berkarya karena yang gue inginkan (ketika bertemu mereka) dapat membuat mereka bangga.
Begitulah makna jarak menurut cara pandang gue, kalian pilih mana, postif atau negatif?
Thursday, 1 February 2018
Kenawa Island
Wednesday, 10 January 2018
Cucur Item
mulai dari mata ini terbuka; aku melihat dunia yang begitu terang.
matahari tak henti-hentinya menyinari bumi sumbawa yang sangat natural.
tetes demi tetes embun meluncur dari pucuk dedaunan, membasahi tanah sehingga menjadi harum.
kicauan burung dan udara yang sejuk membuat pikiran terbuka, inspirasi berdatangan bak jaringan internet 4G.
mengadu pada Tuhan, memohon agar hari ini menjadi lebih menarik dari hari sebelumnya.
membuka buku merah berisikan nasehat kehidupan, membuat diri ini lebih berhati-hati untuk menentukan arah tujuannya.
ku tutup buku.
mulai kutulis angan dan harapan.
membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah diperbuat.
segar yang dirasa.
dengan mengenakan pakaian berwarna kedamaian, kulangkahkan kaki menuju tempat pertemuan.
pertemuan antara ku dan penentu masa depan (ilmu).
sebagian orang menyapaku ramah,
sebagiannya lagi hanya kuberikan lekukan bibir.
tak apa tak dibalas, sekiranya aku sudah sedikit menebar kebaikan dipagi hari.
berusaha untuk tidak membuang-buang waktu,
tetap saja mahasiswa ilkom paling gabut.
ketika rasa bosan menghampiri, ingin rasanya ku menenggelamkan diri.
berusaha untuk produktif namun hanya tulisan semacam ini yang dapat kutulis.
berfaedah atau tidak yang terpenting terlihat seperti sibuk.
seperti sekarang ini,
setengah tiduran di atas ranjang dengan laptop diatasnya.
doakan saja, semoga pemuda ini dapat sukses dikemudian hari.









